Rencana RI Bangun 750 Yonif TP, Menhan Sjafrie: Negara Regional Ada yang Kaget

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan bahwa dirinya telah menyampaikan rencana konsep pembangunan pertahanan Indonesia, termasuk Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), ke sejumlah pimpinan pertahanan negara-negara regional dan global.
Menhan Sjafrie menyebut, ada negara regional yang kaget dengan rencana pemerintah Indonesia membangun 750 Yonif TP.
Hal ini disampaikan Sjafrie saat rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5).
Baca Juga: Menhan Sjafrie Ungkap Tawaran AS, Indonesia Dijadikan Pusat Harwat Pesawat Hercules di Asia
“Tentunya saya perlu menjelaskan reaksi dari negara regional. Ada yang kaget dan bertanya, ‘untuk apa bikin 750 batalion selama lima tahun?’,” kata Sjafrie.
Sjafrie kemudian menjelaskan bahwa Indonesia memiliki 514 kabupaten/kota dengan di dalamnya ada 287 juta rakyat. Selain itu, Indonesia memiliki kekayaan alam yang harus dijaga.
“Kita mempunyai perbatasan kurang lebih dengan 11 negara. "Kami mengantisipasi bukan untuk menyerang mereka, tetapi ingin mengawal kedaulatan negara kita, " kata Sjafrie.
“Kami membangun kemampuan kita ini adalah untuk mengawal ini semuanya. Akhirnya mereka bisa mengerti,” ucap Menhan RI.
Baca Juga: Soal Izin Lintas Udara, Menhan Sjafrie: AS akan Ikuti Aturan Kita
Diketahui, pemerintah menargetkan membangun 150 Yonif TP setiap tahunnya untuk mengawal 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
“InsyaAllah pada tahun 2026, seluruh kabupaten di Jawa sudah dikawal oleh satu Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan,” kata Sjafrie.
Kepada pimpinan dan para anggota Komisi I DPR RI, Sjafrie juga membeberkan manfaat kehadiran Yonif TP di kabupaten/kota, antara lain menekan angka kriminalitas, membangun kedekatan dengan masyarakat hingga memberdayakan UMKM sekitar. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































