Menhan Prabowo: HUT RI ke-75, Kerja Keras, Teruskan Perjuangan Pahlawan

Jakarta, IDM-Menteri Pertahanan Prabowo Subianto beserta jajaran Kementerian Pertahanan RI menyampaikan ucapan dan harapan dalam rangka HUT RI ke-75. Ucapan tersebut diunggah melalui Instagram resmi Kementerian Pertahanan dan akun pribadi milik Prabowo.
"Saya Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, mengucapkan Dirgahayu RI yang ke-75. Marilah kita semua meneruskan perjuangan pendahulu kita. Korbankan semangat merah putih di seluruh nusantara, dari Sabang sampai Merauke," kata Prabowo di akun Instagram @kemhanri, Senin, (17/7/2020)
Prabowo mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bekerja lebih keras, dan meneruskan perjuangan yang telah dilakukan oleh para pahlawan kemerdekaan. Dia berharap masyarakat semakin kuat untuk mempertahankan kemerdekaan.
"Mari kita bekerja keras untuk membawa Indonesia lebih sejahtera, lebih adil, lebih makmur dan damai. Dirgahayu RI ke-75, Indonesia maju," ujar Prabowo.
Pada unggahan dengan video berlatar belakang lukisan Panglima Besar Jendral Soediraman itu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga mengajak masyarakat untuk membangun jiwa dan raga bagi seluruh rakyat Indonesia.(wan/man)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































