Menhan Prabowo Hadiri Rapim TNI-POLRI 2022

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan RI (Menhan) Prabowo Subianto menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri Tahun 2022 yang mengusung tema “TNI-POLRI Siap Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional dan Reformasi Struktural” bertempat di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (1/3).
Pada kesempatan tersebut, Menhan Prabowo didampingi, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana (KSAL) TNI Yudo Margono, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI (KSAU) Fadjar Prasetyo dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Rapim TNI-Polri tahun ini diikuti peserta sebanyak 394 orang yang terbagi secara tatap muka 168 orang (110 personel TNI dan 58 personel Polri) dan vidcon di 43 lokasi berjumlah 226 orang (210 personel TNI dan 16 personel Polri).
Rapim tahun ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertindak sebagai pembicara. Selain Jokowi, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MA Dr.H Muhammad Syarifuddin, Ketua MK Dr. Anwar Usman juga turut memberikan pengarahan.
Hadir pula pejabat Kemhan antara lain Wakil Menteri Pertahanan M Herindra, Sekjen Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto, Irjen Kemhan Letjen TNI Ida Bagus Purwalaksana, dan Rektor Unhan Laksdya TNI Amarulla Oktavian. (SI/NHN)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































