Menhan Prabowo Akan Bangun Angkatan Udara yang Kuat dan Unggul

Madiun,IDM - Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Prabowo Subianto yang didampingi oleh Pangkoopsudnas Marsdya TNI Andyawan Martono melaksanakan kunjungan kerja ke Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi di Madiun, Jawa Timur, Jumat (8/7).
Menhan Prabowo yang tiba dengan menggunakan pesawat TNI AU Boeing 737 A-7306 Skuadron Udara 17 disambut langsung oleh Danlanud Iswahjudi Marsma TNI M. Untung Suropati dan sejumlah pejabat Lanud Iswahjudi.
Dalam sambutannya, Menhan Prabowo menegaskan bertekad membangun TNI Angkatan Udara yang unggul dan kuat.

"Saya akan berbuat semaksimal mungkin membangun Angkatan Udara supaya kuat, unggul ,dan menjadi kebanggaan seluruh bangsa," tegas Menhan Prabowo.
Menhan Prabowo pun menerima paparan terkait tugas pokok serta kesiapan Lanud Iswahjudi serta pelaksanaan program Falcon Star-eMLU pesawat F-16 A/B TNI AU.
Selain menerima paparan, Menhan Prabowo juga memberikan arahan dan memotivasi seluruh Penerbang dan juga Perwira Teknik Lanud Iswahjudi baik Skuadron udara 3, 14 dan 15, dan mengunjungi Skadron Udara 14 untuk melihat langsung Alutsista yang dioperasionalkan Lanud Iswahjudi mulai dari T-50i Golden Eagle, F-16 Fighting Falcon dan Sukhoi Su 27/30. (nhn)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































