TEKNOLOGI

Mengenal Senapan Pindad yang Menangkan AARM ke-31 di Thailand

Panglima TNI yang juga KSAD Jenderal TNI Agus Subiyanto
Panglima TNI yang juga KSAD Jenderal TNI Agus Subiyanto saat melepas Petembak TNI AD di Markas Kopassus Cijantung, Jakarta. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM - Senjata dan Munisi produksi PT Pindad mendukung Kontingen petembak TNI AD menjadi juara umum pada lomba tembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-31 yang diselenggarakan pada 16-22 November 2023 di Infantry Training Center Hua Hin, Thailand.

Dilansir dari website resmi PT Pindad, Senin, (27/11) adapun produk buatan PT Pindad yang mendukung kontingen TNI AD yaitu SS2-V2 HB untuk kategori carbine (karaben), SS2-V4 HB untuk kategori rifle (senapan) beserta produk munisi untuk seluruh kategori lomba.

Baca Juga: Mengapa Iron Dome ‘Gagal’ Menangkal Serangan Udara Hamas?

SS2 V4 HB kaliber 5,56 mm memiliki tingkat akurasi yang tinggi, laras yang kokoh dan daya tahan yang tinggi terhadap panas. PT Pindad juga saat ini telah mengembangkan varian SS2 V4 terbarunya yakni SS2 V4 A1 yang menggunakan popor teleskopik dan dilengkapi picatinny rail untuk dipasang berbagai aksesoris tambahan seperti alat bidik, laser point dan senter.

Penyelenggaraan AARM mempertandingkan 5 kategori lomba tembak, yaitu tembak senapan (rifle), tembak karaben (carbine), tembak senapan otomatis (machine gun), tembak pistol kategori pria dan tembak pistol kategori putri. Dalam penyelenggaraan AARM kali ini, TNI AD berhasil memenangkan 10 medali emas, 9 medali perak dan 10 medali perunggu. Kejuaraan lomba tembak ini telah rutin digelar setiap tahun yang diikuti oleh 10 negara anggota ASEAN yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Brunei, Laos, Myanmar dan Kamboja.

Baca Juga: Spesifikasi Torpedo “Maut” Black Shark dan SUT di 2 Kapal Selam TNI AL

Dengan keberhasilan pada tahun ini, kontingen TNI AD mewakili Indonesia telah menjuarai AARM sebanyak 14 kali dari 31 kali penyelenggaraan sejak tahun 1991. Kemenangan ini juga merupakan yang pertama di Thailand dimana pada 4 penyelenggaraan sebelumnya pada tahun 1994, 2000, 2007, 2015 kontingen Indonesia meraih juara 2. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.