Melihat Makanan Prajurit di Kapal Perang, Panglima TNI Tinjau Dapur KRI Frans Kaisiepo-368

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono meninjau dapur KRI Frans Kaisiepo-368 di Beirut, Libanon, beberapa waktu lalu.
Yudo mengatakan, kunjungan tersebut dalam rangka mengecek kesiapan personel dan materiil Satgas Maritime Task Forces (MTF) di dalam menjalankan misi PBB.
Baca Juga: Peace Keeper Day, 75 Tahun Mengenang Jasa Penjaga Perdamaian PBB
"Untuk melaksanakan tugas dengan maksimal, prajurit harus diberikan bekal logistik berupa makan yang juga memenuhi standar," kata Yudo dikutip dari laman resmi TNI AL, Selasa (30/5).
"Instalasi dapur yang baik akan memberikan kualitas dukungan yang juga baik. Ini menjadi salah satu hal penting dalam sebuah operasi," lanjutnya.
Yudo juga berkesempatan bertemu MTF Commander RADM Michael Busse. Pada sesi tersebut, secara khusus Busse menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi Indonesia melalui KRI Frans Kaisiepo-368 dalam mengemban mandat PBB di Libanon.
Baca Juga: Prajurit Menkav 3 Marinir Laksanakan Peran Peninggalan Ranpur BTR 50-PM
Selain KRI Frans Kaisiepo-368, Yudo juga mengunjungi Markas Indobatt di UNP 7-1 Adchit Al Qusayr, Lkbanon Selatan. Kedatangannya untuk memberikan semangat dan motivasi serta meningkatkan moril prajurit TNI agar bertugas dengan baik di Ljbanon.
"Prajurit Kontingen Garuda adalah patriot dan diplomat bangsa, jaga selalu kepercayaan bangsa dengan bersikap profesional dan humanis," tandasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































