Mayor Laut Eko Resmi Pegang Tongkat Komandan KRI Layang-635

Jakarta, IDM - Komandan Satuan Kapal Cepat (Dansatkat) Koarmada II Kolonel Laut (P) Awang Bawono, memimpin serah terima jabatan Komandan KRI Layang-635 kepada Mayor Laut (P) Eko Darmawan, di dermaga Lombok Ujung Koarmada II Surabaya, Senin (15/8).
Dalam amanatnya, Awang mengatakan serah terima jabatan di dalam suatu organisasi, pada hakikatnya adalah proses dinamisasi dan pembinaan organisasi yang dihadapkan pada tantangan tugas.
"Hal tersebut adalah kebutuhan suatu rotasi jabatan, untuk memelihara momentum, performance, dan penyegaran organisasi dalam rangka pelaksanaan tugas," ujar Awang dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Selasa (16/8).
Oleh karena itu, dibutuhkan pengembangan kemampuan dan kepemimpinan Komandan KRI dalam upaya meningkatkan kesiapan operasional, profesionalisme prajurit, dan pembinaan disiplin prajurit sebagai faktor penunjang kelancaran prajurit mengemban tugas.
Awang juga menambahkan, proses pembinaan organisasi adalah upaya menindaklanjuti arahan Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI TSNB Hutabarat.
"Sekaligus sebagai implementasi dari program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, di bidang pengembangan sumber daya manusia TNI AL yang profesional," pungkasnya. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































