HANKAM

Marsekal TNI Fadjar Prasetyo Buka Rapat Pimpinan TNI AU Tahun 2022 di Mabesau

Marsekal TNI Fadjar Prasetyo Buka Rapat Pimpinan TNI AU Tahun 2022 di Mabesau
(Dok Dispenau)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, membuka Rapat Pimpinan TNI AU (Rapim TNI AU) Tahun 2022 di Gedung Suharnoko Harbani Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Jumat (4/3).

Rapim TNI AU 2022 merupakan tindak lanjut dari Rapim Kementerian Pertahanan RI dan Rapim TNI-Polri yang telah berlangsung beberapa hari lalu.

Adapun tema yang diambil dalam Rapim TNI AU tahun ini adalah, “Peningkatan Pembinaan Kekuatan dan Kemampuan TNI Angkatan Udara, dalam mendukung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural”.

Dalam sambutannya Fadjar mengatakan, perlu adanya pembahasan terkait sejumlah penekanan penting Presiden RI, Menteri Pertahanan RI dan Panglima TNI pada Rapim sebelumnya, yang harus ditindaklanjuti secara selaras, guna pencapaian tugas TNI AU tahun 2022 secara optimal.

Selain menyampaikan ucapan terima kasih, rasa bangga dan penghargaan tertinggi kepada seluruh prajurit TNI AU, atas pencapaian tugas selama tahun 2021, Fadjar berpesan agar seluruh prajurit tidak berpuas diri. Hal ini mengingat tantangan tugas ke depan yang dihadapi bangsa Indonesia makin kompleks.

(Dok Dispenau)

“Saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi pengabdian seluruh prajurit TNI AU, yang telah memberikan darma baktinya kepada bangsa dan tanah air. Meskipun demikian, kita tidak boleh berpuas diri, karena tantangan tugas akan semakin kompleks, termasuk tugas membantu pemerintah menghadapi tantangan bangsa Indonesia yang tidaklah mudah,” ungkap Fadjar.

Berkaitan dengan visi mewujudkan Angkatan Udara yang disegani di kawasan, Fadjar menyadari hal tersebut tidaklah mudah untuk dicapai. Meskipun demikian, tujuan ini secara bertahap dapat diraih, melalui pembangunan organisasi TNI Angkatan Udara.

Hal tersebut dapat terwujud melalui tahapan implementasi kebijakan reformasi struktural yang diimbangi dengan perencanaan yang cermat dan terukur, ujar Fadjar.

Fadjar juga menegaskan kembali, bahwa TNI Angkatan Udara akan terus melaksanakan upaya pembangunan organisasi yang senantiasa diiringi dengan peningkatan kinerja, baik secara internal organisasi, maupun kerja sama dengan lembaga pemerintah lainnya. Menurut Kasau, hal tersebut selaras dengan kebijakan pertahanan nasional yang disampaikan oleh Menhan RI pada saat Rapim Kemhan lalu.

“Hal ini saya nilai sangat penting, karena dengan kerja sama yang sinergi dan inklusif, sangat membantu TNI Angkatan Udara dalam pelaksanaan tugas-tugas negara,” tutup Fadjar. (gin)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Radar Ground Control Interception

Ini Cara Kerja Radar Pertahanan Tentukan Posisi Sasaran

Sistem radar pertahanan udara mengandalkan tiga parameter utama—jarak (range), arah (azimuth), dan ketinggian (altitude)—untuk mendeteksi serta melacak posisi sasaran secara akurat dalam ruang tiga dimensi.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.