Marsda Elianto: Quality Before Quantity

Jakarta, IDM - Asisten Personal (Aspers) KSAU Marsekal Muda TNI Elianto Susetio membuka rapat koordinasi pembinaan personel TNI AU tahun 2022 di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Senin (14/3). Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini mengusung tema “Melalui Reformasi Struktural Bidang Sumber Daya Manusia Insan Personalia Siap Mendukung Tugas TNI AU”.

Dalam pidatonya, Elianto mengatakan untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, tangguh dan profesional, TNI Angkatan Udara harus dapat menjaring calon prajurit potensial secara komprehensif. Oleh karena itu, perlu dikedepankan kualitas sebelum kuantitas (quality before quantity), sehingga kandidat prajurit TNI AU benar-benar diisi calon yang tepat dan sesuai kebutuhan.
Elianto berharap melalui rapat koordinasi ini bisa menjadi sarana komunikasi dan membantu menyelesaikan permasalahan bidang personalia di jajaran TNI AU.
“Gunakan arahan, penjelasan dan paparan para pejabat sebagai masukan dan referensi dalam pelaksanaan pembinaan bidang personalia di Satker (satuan kerja) masing masing," ucap Elianto.

Seluruh peserta juga diharapkan dapat mencermati berbagai perubahan ketentuan atau peraturan yang berlaku terkait dengan pembinaan personel TNI Angkatan Udara sebagai acuan dalam melaksanakan tugas. (nhn)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































