HANKAM

Marinir Uji Keahlian Sniper dan Survival Bersama Pasukan AS hingga Korea di Lampung

Prajurit Korps Marinir
Pasukan militer lintas negara membidik sasaran dalam latihan menembak presisi (sniper) di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia, AS, Jepang, dan Korea Selatan. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Prajurit Korps Marinir menguji ketangkasan menembak jitu (sniper) dan kemampuan bertahan hidup di hutan (jungle survival) bersama pasukan militer Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan di kawasan Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9). Agenda ini menjadi bagian dari latihan gabungan bersama Super Garuda Shield 2026.

Suara tembakan terukur bersahutan di tengah rimba saat para prajurit melakoni materi menembak presisi (precision marksmanship). Setiap penembak dituntut menjaga fokus dan ketenangan untuk membidik sasaran dari jarak jauh.

Baca Juga: Satgas Gabungan Tembak Mati 4 OPM dari Batalion Eden Sawi

Sesi latihan berlanjut ke materi penunjuk arah tim (point man course) serta teknik bertahan hidup di tengah belantara. Pasukan empat negara ini mempelajari cara membaca medan, menyusup di antara pepohonan, hingga memanfaatkan tumbuhan sekitar untuk bertahan dalam kondisi darurat.

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar) Kolonel (Mar) Rana Karyana menjelaskan, penggabungan materi latihan ini dirancang untuk membekali prajurit di lapangan.

Pasukan militer lintas negara
Prajurit Korps Marinir memberikan peragaan teknis senjata di depan pasukan militer asing saat latihan Super Garuda Shield 2026. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

"Materi tersebut membekali prajurit dengan kemampuan membaca medan, bergerak secara taktis, serta mengenali dan memanfaatkan kondisi lingkungan hutan untuk mendukung pelaksanaan tugas," kata Rana, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Kamis (3/9).

Sebelum menerjunkan pasukan ke belantara untuk materi penembak jitu dan bertahan hidup ini, prajurit Marinir bersama pasukan gabungan lebih dulu menggelar uji tembak mortir dan simulasi tembak lorong reaksi di lokasi yang sama pada Selasa (1/9).

Baca Juga: TNI AL Latih Perwira Penerbang Kendalikan Drone ScanEagle

Kolaborasi lintas negara di belantara Lampung ini juga ditegaskan oleh Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Endi Supardi.

"Latihan bersama ini menjadi momentum untuk memperkuat interoperabilitas, komunikasi, dan koordinasi prajurit petarung Korps Marinir Indonesia bersama pasukan negara sahabat," ujar Endi.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.