HANKAM

Marinir di Papua Kumpulkan Tokoh Masyarakat, Cegah Perkembangan Gerakan Separatis

Prajurit Yonif 10 Marinir/SBY.
Prajurit Yonif 10 Marinir/SBY sosialisasi kepada masyarakat kampung Aisa, Distrik Aifat Timur Tengah, Maybrat, Papua Barat Daya, Sabtu (28/6). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Satuan tugas pengamanan perbatasan (satgas pamtas) RI-PNG Mobile Gobang IV Batalyon Infanteri (Yonif) 10 Marinir/Satria Bumi Yudha menggelar sosialisasi kepada kepala kampung hingga tokoh masyarakat di Aisa, Distrik Aifat Timur Tengah, Maybrat, Papua Barat Daya, Sabtu, (28/6).

Komandan Pos Aisa, Letda (Mar) Karisma Nizar Roswendi menjelaskan kegiatan sosialisasi ini bertujuan membangun komunikasi dua arah antara TNI dan masyarakat.

Baca Juga: Sisi Lain Mayjen Kristomei Sianturi, Hobi Lari dan Ingin Sekolah Teknik Penerbangan

"Fokus utama sosialisasi ini memberikan pemahaman mendalam mengengenai pentingnya persatuan masyarakat dalam menjaga keamanan kampungnya serta mencegah berkembangnya gerakan separatis," jelasnya, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Minggu (29/6).

Karisma menegaskan keberadaan satgas pamtas RI-PNG Mobile Gobang IV Yonif 10 Marinir/Satria Bumi Yudha adalah untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah bersama masyarakat dan memberikan bantuan sosial dan layanan kesehatan.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama menjaga wilayah Aisa. Marinir datang sebagai pelindung dan pengayom. Marinir adalah bagian dari rakyat, siapa yang mengganggu rakyat, dia mengganggu Marinir," tegasnya.

Baca Juga: Bantu Polisi, TNI Ikut Kejar dan Ungkap Kasus Pengeroyokan Prajurit TNI AL di Malang

Yonif 10 Marinir/Satria Bumi Yudha merupakan pasukan tempur 'Cheetah Malaka' yang bermarkas di Pulau Setoko, Batam, Kepulauan Riau. Mereka tiba di Sorong, Papua Barat Daya, pada Mei lalu bersama dengan pasukan tempur TNI AD berjuluk 'Sang Kanguru Emas' Yonif 763/Senetia Buerama Amo.

Kedua batalyon ini dikerahkan panglima TNI ke Papua Barat Daya untuk menjalankan misi operasi menjaga kedaulatan NKRI dalam satgas pamtas RI-PNG. Adapun Yonif 10 Marinir dipimpin Letkol (Mar) Aris Wibiatmoko sedangkan Yonif 763 oleh Mayor Inf Eko Novandy Saputro. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.