HANKAM

Letda Yoghanata, Teknisi Muda TNI AL Perbaiki Sistem Peluncur Torpedo KRI Sultan Iskandar Muda

Letda Laut (E) Yoghanata Quarta Raffi
Letda Laut (E) Yoghanata Quarta Raffi, sosok perwira muda TNI AL yang berhasil memperbaiki sistem peluncur torpedo pada KRI Sultan Iskandar Muda-367, Surabaya, Senin (27/5). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – Sosok Letda Laut (E) Yoghanata Quarta Raffi, salah seorang perwira muda TNI AL yang bertugas di jajaran Koarmada II berhasil memperbaiki kerusakan pada sistem peluncur torpedo pada KRI Sultan Iskandar Muda-367 di Surabaya, Senin (27/5).

Awalnya, peluncur torpedo pada kapal perang tersebut tidak dapat mencapai tekanan kerja 120 bar. Setelah dilakukan analisis mendalam, Yoghanata bersama tim divisi teknik senjata departemen senjata dan elektronika KRI Sultan Iskandar Muda, berhasil mengidentifikasi permasalahan.

Baca Juga: Pindad dan Lahab UAE Teken Kerja Sama Investasi Munisi dan Bom Udara

"Permasalahan berupa kerusakan pada charging station reducer value, konektor air line charging, dan firing valve pada beberapa peluncur torpedo," ujar keterangan Dispen Koarmada II, dikutip di Jakarta, Selasa (28/5).

Letda Laut (E) Yoghanata Quarta Raffi
(Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Kemudian, perwira muda yang menjabat sebagai Wakil Panglima Divisi Detasemen Komunikasi KRI Sultan Iskandar Muda itu melakukan metode kustomisasi suku cadang sehingga peluncur torpedo pada kapal perang dapat dioperasikan kembali sebagaimana mestinya.

Dilansir dari laman tni.mil.id, KRI Sultan Iskandar Muda merupakan kapal korvet kelas Sigma yang dipesan dipesan oleh pemerintah Republik Indonesia dari Schelde Naval Shipbuilding, Belanda.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Penjamasan Pataka “Praja Raksaka” di Kodam IX/Udayana

Kapal perang ini ialah generasi ketiga dari empat unit yang dibangun di Belanda dan diklaim sebagai kapal perang berteknologi mutakhir yang dilengkapi dengan berbagai persenjataan, di antaranya 4 blok peluncur rudal Exocet MM-40, 1 buah meriam otomelara, persenjataan antiserangan udara, dan persenjataan anti kapal selam.

Selain itu, KRI Sultan Iskandar Muda juga mempunyai keunggulan dibanding dengan kapal lainnya, yakni mampu menerobos gelombang dengan tingkat keseimbangan yang tinggi. Di samping itu, kapal dengan panjang 90,71 meter dan lebar 13,02 meter ini juga dapat melaju dengan kecepatan 30 knot. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.