Letda Marinir Mukhlis Bawa Tim Wushu Indonesia Raih Medali di Turki

Jakarta, IDM - Prajurit Batalyon Kapa 2 Marinir Letda (Mar) Mukhlis, membawa tim wushu Indonesia memborong tujuh medali pada ajang kejuaraan internasional "Fisu World University Combat Sport Game" di Samsun Turki, Sabtu (24/9).
Mukhlis sebagai pelatih tim wushu Indonesia berhasil mempersembahkan lima medali emas dan dua perak dalam kejuaraan internasional yang digelar selama empat hari itu, yakni dari 21-24 September 2022.
Terpisah, Danyon Kapa 2 Marinir Letkol (Mar) Yudha Fahruliyan sangat mengapresiasi atas keberhasilan yang diraih Mukhlis dalam membawa tim wushu Indonesia.
"Tetap bina kemampuan agar ke depan lebih banyak meraih prestasi yang mengharumkan nama satuan, Korps Marinir, TNI dan TNI AL serta NKRI," kata Yudha, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Senin (26/9).
Prestasi membanggakan tersebut adalah salah satu implementasi perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, tentang membangun sumber daya manusia unggul dan profesional dalam bidang olahraga. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































