Laut Bangka Belitung Memanas! KRI Brawijaya Pimpin Iring-iringan Kapal Perang TNI AL

Jakarta, IDM – Laut Bangka Belitung memanas pada Sabtu (14/2). Iring-iringan kapal perang TNI AL membelah ombak dan melakukan manuver tempur di bawah komando KRI Brawijaya-320.
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda I Gung Putu Alit Jaya, memimpin langsung aksi tersebut. Ia berada di atas geladak KRI Brawijaya-320 dan memberi komando penuh kepada unsur Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib).
KRI Brawijaya-320 tak sendirian. Kapal yang bersifat sebagai markas dalam latihan ini, memandu pergerakan tiga kapal perang gahar lainnya. KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI Pulau Fani-731, dan KRI John Lie-358 tampak melaju beriringan menuju daerah latihan.
Baca Juga: Pesan Panglima TNI ke Taruna Latsitarda Nusantara: Pengalaman Ini sebagai Landasan Sinergi TNI-Polri
Alit Jaya mengawasi jalannya serial latihan latihan operasi pertahanan pantai (latopshantai) 2026 ini secara langsung. Ia memastikan armada tempurnya siap menghadapi skenario pertempuran laut.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II Kolonel Laut (P) Antonius Februar, angkat bicara mengenai manuver besar-besaran tersebut. Ia menyebut kegiatan ini memegang peranan vital bagi TNI AL.
"Seluruh serial latihan merupakan bagian penting dalam skenario latopshantai 2025 untuk meningkatkan interoperabilitas serta kesiapan tempur unsur-unsur yang terlibat," ujar Antonius, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Minggu (15/2).
Baca Juga: Dibantu Pesawat MRTT Milik RSAF, Jet Tempur F-16 TNI AU Latihan Isi Bahan Bakar di Udara
Antonius juga menegaskan tujuan akhir dari latihan ini. Menurutnya, TNI AL harus menjamin keamanan wilayah pantai secara profesional.
"Kegiatan ini mendukung pelaksanaan operasi pertahanan pantai secara optimal dan profesional," tutup Antonius.
Adapun, latopshantai 2025 memfokuskan materi pada operasi gabungan untuk mempertahankan garis pantai dari invasi amfibi musuh. TNI AL menggelar latihan ini untuk mengasah naluri tempur prajurit dalam menghadapi peperangan modern yang membutuhkan integrasi sistem senjata antarkapal. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































