HANKAM

Latma Malindo Jaya 2024, TNI AL Akan Kirim 2 KRI ke Malaysia

Kepala Staf Koarmada RI Laksamana Muda Didong Rio Duto Purwo Kuntjoro
Kepala Staf Koarmada RI Laksamana Muda Didong Rio Duto Purwo Kuntjoro di dermaga Mako Kolinlamil, Jakarta, Jumat (7/6). (IDM/Aini Tartinia)

Jakarta, IDM – TNI AL berencana mengerahkan dua unsur kapal perangnya, yakni KRI Frans Kaisiepo-368 dan KRI Sampari-628 untuk mengikuti latihan bersama Malindo Jaya 27AB/24 bersama Tentera Laut Diraja Malaysia.

"Kami menyiapkan dua kapal perang (KRI) untuk latihan bersama Malindo Jaya 2024 dan jumlah pasukannya tentu disesuaikan dengan jumlah pengawak dari (masing-masing) KRI," ujar Kepala Staf Koarmada RI Laksamana Muda Didong Rio Duto Purwo Kuntjoro di Jakarta, Jumat (7/6).

Baca Juga: Rumkitlap untuk Misi Kemanusiaan Gaza, Wakil KSAU Pastikan Kesiapan Personel dan Peralatan Kesehatan TNI AU

Ia menjelaskan, latihan bersama ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali dengan Tentera Laut Diraja Malaysia. Dikutip dari keterangan Dispen Koarmada RI, Malindo Jaya 2024 dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni di Kinabalu, Malaysia.

"Latihan bersama Malindo Jaya memang agenda rutin. Tahun ini kami laksanakan AB, kami berikan sandi A itu artinya (latihan dilakukan) di darat, kemudian B untuk manuver lapangan," jelas Didong.

Sebelumnya, Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata menerima paparan rencana garis besar (RGB) latihan bersama Malindo Jaya 2024 di Jakarta, Kamis (30/5) lalu. Paparan disampaikan oleh komandan KRI Frans Kaisepo-368 Letkol Laut (P) Lustia Budi.

Baca Juga: Warisan Cagar Budaya, KRI Dewaruci Tiga Kali Ikuti Pelayaran Muhibah Jalur Rempah

Pada kesempatan tersebut, dijelaskan selain mengerahkan dua unsur kapal perang, TNI AL juga akan melibatkan satu unit pesawat rotary wing, yakni helikopter Panther HD-1311 beserta prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska).

Sementara Tentera Laut Diraja Malaysia akan mengerahkan alutsista dua kapal perangnya, yaitu KD Selangor dan KD Sundang serta pesawat helikopter HOM AW 139 dan tim pasukan khusus angkatan laut (Paskal). (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.