Latma Joint Minex Pandu 2022, Dua KRI Koarmada II Tiba di Singapura

Jakarta, IDM - Dua KRI kelas Mine Hunter dari jajaran Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmada II, terlibat dalam latihan bersama (latma) Republic of Singapore Navy (RSN) Joint Minex Pandu 2022, tiba dan sandar di Changi Bay Singapore, Rabu (10/8).
Latma Joint Minex Pandu 2022 akan dilaksanakan pada 10–16 Agustus 2022, melibatkan unsur empat kapal perang, yakni KRI Pulau Rengat-711 dan KRI Pulau Rupat-712 serta dua kapal perang dari RSN, yaitu RSS Bedok dan RSS Punggol.
Komandan Satuan Kapal Ranjau (Dansatran) Koarmada II, Kolonel laut (P) Khalimul Khakim selaku Dansatgas turun langsung dalam pelaksanaan latihan dan on board di KRI Pulau Rupat-712 dengan komandan Mayor laut (P) Tato Taufiqurochman, dan KRI Pulau Rengat-711 dengan komandan Letkol Laut (P) Farid Ardiyansyah.
Khalimul mengatakan, latihan peperangan ranjau bersama antara Indonesia dan Singapura adalah kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali dan bertujuan memperkuat hubungan serta meningkatkan kerja sama, interoperabilitas dan pemahaman antara TNI AL dan RSN.
"Khususnya mengenai peperangan ranjau serta pertukaran informasi tentang kemampuan dan perkembangan teknologi dari masing-masing negara," ujar Khalimul seperti dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Jumat (12/8).
Lebih lanjut, Khalimul mengatakan sasaran dalam latihan tersebut adalah untuk memperkuat hubungan antar kedua angkatan laut melalui latihan bersama dan interaksi sosial, meningkatkan interoperabilitas dan pemahaman doktrin peperangan ranjau antara TNI AL dan RSN serta memadukan presepsi dalam pelaksanaan penyebaran ranjau, pemburuan ranjau, latihan penembakan, mine disposal, dan EMDS Firing.
"Saya berharap kepada seluruh prajurit yang mengikuti latihan ini, agar mampu meningkatkan keahlian, profesionalitas prajurit TNI AL, khususnya peperangan ranjau. Meningkatkan keamanan di daerah selatan Malaka dan TSS serta hubungan bilateral Indonesia dan Singapura," pungkasnya. (at)
Hankam

Ini Cara Kerja Radar Pertahanan Tentukan Posisi Sasaran
Sistem radar pertahanan udara mengandalkan tiga parameter utama—jarak (range), arah (azimuth), dan ketinggian (altitude)—untuk mendeteksi serta melacak posisi sasaran secara akurat dalam ruang tiga dimensi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































