HANKAM

Latma Carat 2025: TNI AL dan US Navy Survei Lokasi Pendaratan Amfibi di Situbondo

Tinjau lokasi latma Carat 2025.
Koarmada II bersama US Navy meninjau lokasi latihan bersama Carat 2025 di Situbondo, Jawa Timur, Selasa (22/4). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – TNI AL dan US Navy (Angkatan Laut Amerika Serikat) kembali melakukan survei lokasi untuk latihan bersama Cooperation Afloat Readiness and Training (Carat) 2025 di Situbondo, Jawa Timur, Selasa (22/4).

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II Letkol Laut (P) Antonius Februar Prima Hadi, menjelaskan kegiatan survei lokasi tersebut dipimpin oleh perwira pembantu latihan staf operasi Koarmada II, Letkol Laut (P) Pungki Kurniawan bersama perwakilan Amerika Serikat Russell Kennet Tanner.

"Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan selama latihan bersama Carat 2025 dengan melakukan peninjauan menyeluruh ke beberapa titik penting," jelasnya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Rabu (23/4).

Baca Juga: Cerita Tiga Personel TNI AU Tempuh Pelatihan Khusus di AS

Antonius mengungkapkan, sejumlah lokasi yang disurvei meliputi SD Negeri 4 Karang Tekok serta titik pendaratan pasukan di Pantai Banongan yang akan menjadi bagian dari skenario latihan pendaratan amfibi.

"Latihan bersama Carat 2025 direncanakan berlangsung pada Juni mendatang di Kabupaten Situbondo, melibatkan unsur gabungan TNI AL dan Angkatan Laut Amerika Serikat," ungkapnya.

Tinjau lokasi latma Carat 2025.
(Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Adapun latihan bersama Carat 2025 bertujuan meningkatkan interoperabilitas, kerja sama maritim serta memperkuat hubungan bilateral kedua negara di bidang pertahanan laut.

Sebelumnya, pada Senin (21/4), tim juga telah melaksanakan peninjauan awal di Koarmada II Surabaya, meliputi dermaga Madura Koarmada II, fleet house, kolam renang serta lapangan Ambalat.

"Semuanya diproyeksikan menjadi bagian dari skenario latihan pendukung atau staging area selama kegiatan berlangsung," lanjutnya.

Baca Juga: Dipimpin Wakasau, Delegasi TNI AU Tinjau Produksi Radar Thales Prancis

Pada 2024 lalu, latihan bersama Carat digelar oleh TNI AL dan Angkatan Laut Amerika selama dua pekan di sejumlah lokasi, yaitu di Teluk Ratai dan Piabung Lampung, Batalyon 7 Marinir, Batalyon 9 Marinir serta Pusat Latihan Pertempuran 8 Marinir.

Materi pada tahun lalu meliputi proses pengambilan keputusan, pertukaran pengetahuan (Subject Matter Expert Exchange), latihan perorangan dan pertahanan pantai gabungan dengan mengintegrasikan pasukan darat, unsur laut dan udara.

Sementara itu, unsur-unsur yang dilibatkan terdiri dari kapal perang, helikopter, pesawat udara, drone udara, Kopaska, Marinir, Zeni, medis, hukum, dan public affair. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.