Latihan Weapon Delivery, Skadron Udara 8 Asah Kesiapan Operasional Satuan Hadapi Tantangan Tugas

Jakarta, IDM – Jajaran personel Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja terus mengasah kesiapan operasional serta profesionalisme mereka dalam menghadapi tantangan tugas yang terus berkembang di masa depan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen satuan, khususnya dalam mendukung berbagai operasi TNI Angkatan Udara (TNI AU) maupun misi negara.
Baca Juga: 1.300 Pemudik Balik ke Jakarta via Kapal Perang, Cek Jadwalnya!
Untuk mewujudkan hal tersebut, salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni melalui pelaksanaan latihan rutin, termasuk Latihan Weapon Delivery Gunnery dan Rocketing yang digelar pada beberapa waktu lalu.

Latihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tempur personel, tetapi juga memastikan kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dioperasikan oleh Skadron Udara 8, yaitu Helikopter H225M Caracal, sebelum dikerahkan dalam operasi.
Baca Juga: Mudik Gratis TNI AL: KRI Banda Aceh Angkut 1.447 Pemudik dan 503 Motor ke Jateng-Jatim
Pelaksanaan latihan dilakukan secara bertahap, mulai dari perencanaan, briefing, hingga eksekusi di area latihan tembak. Seluruh rangkaian latihan dilaksanakan secara terencana dan terukur guna memastikan setiap personel memahami prosedur serta mampu melaksanakan tugas dengan profesional.
“Ketelitian, fokus, serta komunikasi yang baik antarunsur penerbang, teknisi, dan tim pendukung menjadi faktor penting dalam memastikan setiap latihan dapat berjalan aman serta efektif,” tulis Skadron Udara 8 melalui unggahan instagram @skadronudara8official, yang dikutip Selasa (17/3). (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































