Latihan Puncak Angkasa Yudha Digelar November 2022

Jakarta, IDM - TNI AU bakal menggelar latihan puncak Angkasa Yudha 2022 pada akhir tahun. Latihan yang diselenggarakan secara online dan offline itu terbagi menjadi beberapa bagian, yakni gladi poskos yang akan berlangsung pada 21-25 November 2022. Kemudian dilanjutkan dengan P20 dan Wargaming, tanggal 28 November hingga 2 Desember 2022.
Nantinya, latihan yang berlangsung pada akhir November hingga awal Desember 2022 tersebut dilaksanakan di Seskoau (Kolat) dan di Koopsud I, II, III (Pelaku).
Komandan Kodiklatau yang juga menjabat sebagai Dirlat Angkasa Yudha 2022, Marsdya TNI M.Tonny Harjono pun memaparkan kesiapan latihan kepada Kepasa Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di Mabesau Cilangkap, Kamis (29/9). Tonny menyebut, Angkasa Yudha melibatkan beberapa satuan jajaran TNI AU, seperti Koopsud I, Koopsud II, Koopsud III dan Kopasgat.
Angkasa Yudha merupakan latihan puncak TNI AU yang akan diikuti ratusan personel. Penyelenggaraan latihan ini bertujuan untuk memelihara, meningkatkan dan menguji kemampuan Komando Pelaksana operasi Koopsudnas dan satuan jajarannya, kemudian penyusunan rencana operasi udara gabungan dan Air Task Order pada rencana kampanye militer Kogab TNI. (un)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































