Latihan Operasi Pendaratan Administrasi Libatkan 1.121 Prajurit

Jakarta, IDM - Prajurit Kikav 1 Divif 1 Kostrad melaksanakan Latihan Operasi Pendaratan Administrasi bersama TNI-AL.
Latihan Pendaratan Administrasi ini merupakan latihan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) dalam mengaplikasikan proses perencanaan Operasi Pendaratan Administrasi, baik dalam bentuk koordinasi maupun kerja sama operasional antar kesatuan pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengakhiran.
Hal tersebut disampaikan Komandan Kompi Kavaleri (Dankikav) 1 Kostrad, Kapten Kav Fariz Yukito dalam rilis tertulisnya di Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (28/12).
Latihan yang digelar di perairan Lampung itu melibatkan 1.121 orang prajurit dari Satlinlamil 1 Jakarta dan Satlinlamil 2 Surabaya dan Prajurit Kikav 1 Divif 1 Kostrad dengan menggunakan empat KRI yaitu KRI Teluk Manado-537, KRI Teluk Parigi-539, KRI Teluk Lampung-540 dan KRI Teluk Bintuni-520. Latihan Operasi pendaratan administrasi ini diselenggarakan sejak pada tanggal 14 Desember 2021 sampai dengan upacara penutupan tanggal 24 Desember 2021. (nhn)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































