Latihan Bersama Malindo Jaya TNI AL-TLDM Resmi Ditutup

Surabaya, IDM - Latihan bersama Malindo Jaya 26AB/22 antara TNI AL dan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) resmi ditutup, pascaduahari melaksanakan tahap Sea Phase yang diikuti empat kapal perang dari angkatan laut kedua negara tersebut, Sabtu (3/9).
Penutupan Malindo Jaya dipimpin langsung Asisten Ketua Staf Operasi Armada Barat TLDM Kapten Saharudin Bin Bongsu dan dihadiri Dansatgas Malindo Jaya Kolonel Laut (P) Nopriadi. Saharudin dalam sambutannya menyampaikan, berakhirnya pelaksanaan latihan bersama ini adalah wujud dari hasil pengalaman dan pembelajaran.
"Satu penghormatan saya untuk bersama dengan tuan semua di dalam majelis penutup eksesais latihan bersama Malindo Jaya di antara Tentara Laut Diraja Malaysia dan TNI AL," ujar Saharudin, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Senin (5/9).

Eksesais ini, lanjut Saharudin, juga berjaya memberi peluang kepada peserta dari kedua angkatan laut untuk merancang taktik dan melatih kerja sama perang secara Pos Pemerintah (CPX) dan Latihan Medan (FTX), sekaligus dapat menguji kesiapsiagaan TLDM dan TNI AL dalam menghadapi setiap ancaman.
"Kita bukan sekadar melaksanakan eksesais, namun menguatkan jalinan hubungan silaturahmi. Saya yakin, di masa akan datang, kita semua akan berjumpa lagi dalam berbagai aktivitas selain eksesais latihan bersama," kata Saharudin.
"Hubungan dua negara yang sedia terjalin ini, harus terus diperkukuhkan supaya ukhwah persaudaraan ini akan terus berkekalan hingga generasi yang akan datang," imbuhnya.
Sebelumnya, Selama tahap Sea Phase, unsur yang tergabung dalam latihan bersama Malindo Jaya terdiri KRI RE Martadinata-331, KRI Tombak-629, KD Lekiu-30, KD Sri Indera Sakti-1503, Heli jenis Panther milik TNI AL, Heli jenis Super Lynx milik TLDM, dua tim Paskal, dan dua tim Kopaska yang sukses menjalani berbagai rangkaian latihan di laut Jawa. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































