Lantik 3 Komandan Baru, Pangdam Kasuari : “Ciri Khas Prajurit Sejati Berani Hadapi Tantangan”

Manokwari, IDM - Satuan ini dibentuk sebagai satuan yang benar-benar harus dapat diandalkan dalam mengatasi kondisi normal maupun darurat, untuk itu latihan keras dan terarah, disiplin dan loyal, berani menghadapi tantangan, harus menjadi ciri khas prajurit sejati dalam setiap langkah dan tindakannya.
Demikian pesan penting Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Gabriel Lema saat melantik tiga komandan baru dalam acara serah terima jabatan (Sertijab) Danyonif 761/ Kibibor Akinting dari Letkol Inf Ronald Michael Patty kepada pejabat baru Mayor Inf Herik Prasetiawan , Danyonzipur 20/ Pawbili Pelle Alang dari pejabat lama Letkol Czi Donny Pramudya Mahardi, kepada pejabat baru Mayor Czi Tri Wibowo Angga Astono, sedangkan Dandenintel Kodam XVIII/Kasuari Letkol Inf Ruruh Sejati digantikan Letkol Inf Lukman Permana, di lapangan upacara Makodam, Trikora, Arfai 1, Manokwari, Papua Barat, Selasa (7/6).
“Saya berharap agar segera dapat beradaptasi, mengendalikan dan mengawasi operasional satuan dengan baik, sehingga mampu mewujudkan satuan tempur dan bantuan tempur yang disiapkan untuk menghadapi setiap ancaman dan konstijensi sekaligus juga dapat membantu dan berkontribusi positif terhadap jalannya pembangunan di wilayah Papua Barat,” ucap Gabriel.

Kepada Dandeninteldam XVIII/Kasuari yang baru, Gabriel berpesan agar mampu meningkatkan kinerja satuannya sehingga fungsi penyelidikan, pengamanan dan penggalangan serta kemampuan deteksi dini dan cegah dini dalam menghadapi tugas kedepan akan semakin optimal, dengan didukung oleh insan intelijen yang profesional dan responsive serta kemampuan memprediksi dan menganalisa secara tepat dan akurat.
Masih dikesempatan yang sama, Gabriel kembali ingatkan pentingnya konsistensi dalam melaksanakan tugas dan pegang teguh itu dengan baik.
“Saya yakin dan percaya kalau itu kita lakukan pasti akan ada peningkatan yang dapat dilihat nantinya, saya percaya seratus persen dengan kalian, dua hal penting pertama Pembinaan satuan dan kedua Pembinaan territorial harus menjadi harus menjadi fokus utama kita untuk menjadi persembahan yang terbaik dalam tugas kita di Wilayah Papua Barat,”tutup Gabriel.

Dalam Sertijab tersebut dilakukan prosesi penyerahan tanda jabatan, tongkat komando dan lambang satuan kepada pejabat baru. Pada saat yang sama juga dilakukan pengucapan dan penandatangan Pakta integritas komitmen untuk melaksanakan tugas sesuai aturan yang berlaku.
Usai sertijab, prajurit Yonif 671/KA unjuk kebolehan menampilkan senam sparko, demo pembebasan sandra dan penampilan bela diri Karate diakhiri panggung prajurit dalam melepas pejabat lama kesatuan baru. (GIN)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































