Lantamal VIII Sosialisasi Hukum Laut UNCLOS dalam Aspek Operasi

Manado, IDM - Lantamal VIII menggelar sosialisasi United Nation Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982 dalam aspek operasi kepada perwira pertama maupun menengah beserta jajaran, di Mako Lantamal VIII, Manado, Kamis (1/9).
Danlantamal VIII Laksamana Pertama TNI Nouldy J Tangka, mengatakan Indonesia memiliki peranan penting dalam pengelolaan laut sehingga tindakan di laut diatur untuk mengurangi terjadinya konflik pengguna laut.
Nouldy memaparkan, salah satu tugas pokok TNI AL sesuai UU Nomor 34 Tahun 2004 Pasal 9 tentang TNI, yaitu menegakkan dan menjaga keamanan wilayah laut yurisdiksi nasional, sesuai ketentuan hukum internasional yang diratifikasi.
"Untuk itu sangat diperlukan kesamaan pemahaman dan pengetahuan tentang UNCLOS 1982 bagi seluruh prajurit," ujar Nouldy, dikutip dari keterangan Pen Lantamal VIII, Jumat (2/9).
Lebih lanjut, Nouldy menjelaskan kegiatan sosialisasi sebagai wahana strategis dalam menyamakan misi, persepsi, dan pemahaman tentang konvensi hukum laut serta diharapkan para perwira mendapatkan penjelasan utuh dan komprehensif.
"Sehingga tercapai kesepahaman dan kesamaan bertindak dalam menghadapi persoalan di lapangan, mampu menerapkan hukum internasional di tempat tugas masing-masing," jelasnya.
Sosialisasi tentang UNCLOS 1982 dalam aspek operasi tersebut disampaikan narasumber dari Kasubdisbankum Diskumal Kolonel Laut (H) Fitriyadi dan Letkol Laut (H) Hery Supriyatno serta Kasi Kumla Subdiskumlater Diskumal. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































