Lantamal V Surabaya Dipercaya Gelar Latihan Operasi Pertahanan Pantai

Surabaya, IDM - Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal V) Surabaya dipercaya menggelar latihan operasi pertahanan pantai. Hal itu diungkapkan Danlantamal V Laksamana Pertama TNI Supardi, saat pemaparan rencana garis besarnlatihan kepada Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI TSNB Hutabarat, Surabaya, Jumat (23/9).
Dikutip dari keterangan Pen Lantamal V, Senin (26/9), Supardi akan bertindak sebagai Pangkogasgabhantai pada latihan tersebut. Selain itu, dalam penyampaian rencana garis besar latihan.
Asops Danlantamal V Kolonel Laut (P) Dickry Rizanny Nurdiansyah, menyampaikan operasi pertahanan pantai adalah suatu operasi gabungan dalam rangka menggagalkan operasi amfibi musuh pada daerah pantai tertentu di wilayah NKRI.
"Tujuan digelarnya latihan, guna meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL dibidang Pertahanan Pantai, serta menyamakan pola pikir dan pola tindak dalam pelaksanaan operasi pertahanan pantai," ujar Dickry yang juga selaku Perwira Pelaksana Latihan.
Nantinya, latihan operasi akan dikonsentrasikan di Markas Komando Lantamal V saat geladi posko dan di pantai Banongan saat manuver lapangan yang akan melibatkan para prajurit jajaran Lantamal V dan sejumlah satuan lainnya. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































