Lanal Semarang Dukung Pelaksanaan Latihan Operasi Pendaratan Administrasi

Semarang, IDM - Pangkalan TNI AL (Lanal) Semarang membantu embarkasi pelaksanaan Latihan Operasi Pendaratan Administrasi (Latopstratmin) yang diselenggarakan unsur-unsur Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Semarang, Minggu (4/9).
Latopstratmin yang diintegrasikan dengan latihan Batalyon Tim Pertempuran 400 dari Kodam IV Diponegoro, juga dibantu oleh satuan pendukung dari personel Lanal Semarang, khususnya embarkasi material dan personel ke KRI.
Selain mendukung fasilitas labuh dan bekal ulang bagi unsur-unsur KRI dari Kolinlamil, prajurit Lanal Semarang turut membantu unsur pesawat udara TNI AL dari Puspenerbal, menggunakan bandara Ahmad Yani Semarang dalam rangka bekal ulang.
Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Semarang Kolonel (Mar) Hariyono Masturi, menyampaikan agar seluruh prajurit Lanal Semarang dapat membantu secara maksimal.
"Bantu semua unsur-unsur KRI dan pesawat udara TNI AL yang melaksanakan operasi maupun latihan di wilayah kerja Lanal Semarang, sesuai tugas pokok dan fungsi pangkalan," ujar Hariyono, dikutip dari keterangan Pen Lantamal V, Senin (5/9). (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































