Laksma Bambang Trijanto Resmi Jabat Kepala Zona Bakamla Barat

Jakarta, IDM – Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksdya TNI Irvansyah melantik Laksma Bakamla Bambang Trijanto menjadi Kepala Zona Bakamla Barat, Selasa (28/5).
Mengutip keterangan dari Humas Bakamla, Bambang resmi menggantikan Laksma Bakamla Rakhmawanto yang memasuki masa purna tugas.
Baca Juga: Rimpac 2024, KRI RE Martadinata dan Kopaska Berangkat ke Hawaii Akhir Mei
"Perlu digaris bawahi, jabatan merupakan amanah, kehormatan, dan kepercayaan yang diberikan oleh negara," kata Irvansyah.
"Sehingga, sudah sepatutnya diemban dengan rasa tanggung jawab yang tinggi," sambung dia.
Baca Juga: Ratusan Taruna Tingkat III AAU Ikuti Latihan CWP dengan Pesawat Hercules
Adapun Zona Bakamla Barat merupakan satu dari tiga area operasional Bakamla, badan yang bertugas melakukan patroli keamanan dan keselamatan perairan Indonesia.
Sesuai wilayahnya, zona yang berkantor di Batam, Kepulauan Riau ini bertanggungjawab menjaga wilayah Indonesia bagian barat seperti Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































