Kunjungi Turki, KSAD Bahas Kerja Sama Militer Bersama Jenderal Musa Avsever

Ankara (IDM) - Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Eropa, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengunjungi Turki dan melakukan kunjungan kehormatan kepada Kepala Staf Angkatan Darat Turki Jenderal Musa Avsever di Markas Besar Angkatan Darat Turki, Jumat (23/9).
Usai disambut dengan upacara kehormatan militer, Dudung dan Musa melakukan pertemuan untuk membahas kerja sama militer antara TNI AD dengan Angkatan Darat Turki dalam bidang pendidikan, latihan, dan intelijen. Selain itu, juga turut membahas upaya-upaya kerja sama dalam pengembangan teknologi dan sistem Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) seperti kendaraan tempur dan drone.
Di akhir pertemuan itu, kedua Kepala Staf Angkatan Darat berharap dapat meningkatkan kerja sama militer Angkatan Darat kedua negara untuk semakin produktif dan berkembang.
Sebelum melakukan kunjungan kehormatan kepada Kepala Staf Angkatan Darat Turki, Jenderal Dudung beserta rombongan berkesempatan melakukan ziarah ke Makam Mustafa Kemal Ataturk, tokoh yang terkenal sebagai Bapak Bangsa di negara yang berada di lintas benua antara Asia dan Eropa tersebut. (nhn)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































