HANKAM

KSAU Tekankan Pentingnya Restrukturisasi Organisasi untuk Hadapi Dinamika Ancaman

M. Tonny Harjono
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono berkomitmen TNI AU mendukung rencana strategis pertahanan nasional Presiden RI Prabowo Subianto melalui modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) dan penguatan struktur organisasi yang lebih adaptif dan profesional.

Tekad ini diwujudkan dalam rapat validasi organisasi beberapa komando utama (Kotama) TNI AU, seperti Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) dan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), serta pembahasan terkait rencana kedatangan alpalhankam baru, yang dipimpin langsung oleh Kasau di Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (7/3).

Dalam rapat tersebut, Kasau menekankan pentingnya restrukturisasi organisasi agar lebih Adaptif dalam menghadapi dinamika ancaman udara modern.

Baca Juga: Tambah Kekuatan Personel TNI AU, Dankodiklatau Lantik 636 Prajurit Muda

Penguatan Koopsudnas dan Kopasgat menjadi agenda utama, termasuk pembentukan batalyon baru Kopasgat dan usulan pengaktifan kembali satuan pertahanan udara yang sebelumnya mengalami perubahan struktur.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesiapan tempur pasukan khusus serta membangun sistem pertahanan udara yang lebih responsif dan terintegrasi.

Selain aspek organisasi, Kasau juga menyoroti kesiapan TNI AU dalam menerima kedatangan alpalhankam baru yang akan memperkuat postur pertahanan udara nasional. Sejumlah pesawat tempur generasi terbaru dan perlengkapan pendukung telah memasuki tahap akhir pengadaan, dengan beberapa unit pertama dijadwalkan tiba dalam waktu dekat dan pengiriman berikutnya dilakukan secara bertahap.

Baca Juga: Respons Cepat TNI AD Buka Akses Bangun Jembatan di Bekasi Pascabanjir

Modernisasi ini merupakan bagian dari tekad TNI AU AMPUH yang Modern, guna memastikan kesiapan operasional yang unggul serta memperkuat daya tangkal terhadap berbagai ancaman strategis.

Di bidang sumber daya manusia, KSAU menegaskan bahwa profesionalisme prajurit harus terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan organisasi dan teknologi alutsista. Kebijakan baru mengenai rencana peningkatan jumlah peserta didik untuk memenuhi kebutuhan personel di berbagai satuan operasional.

KSAU menginstruksikan seluruh jajaran TNI AU untuk segera menindaklanjuti hasil rapat ini agar program yang telah dirancang dapat berjalan sesuai rencana. Dengan modernisasi alpalhankam yang berkelanjutan, validasi organisasi yang tepat, serta peningkatan profesionalisme personel, TNI Angkatan Udara semakin siap menjalankan tugasnya dalam menjaga kedaulatan udara nasional serta menjawab tantangan strategis pertahanan masa depan. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.