HANKAM

KSAU Sampaikan Kerja Sama TNI AU-RAAF

KSAU Sampaikan Kerja Sama TNI AU-RAAF
(Dok Dispenau)

Canberra, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memenuhi undangan Dubes RI untuk Australia Siswo Pramono di National Museum, Canberra, Minggu, (20/3).

Fadjar menyampaikan berbagai kerja sama yang sudah berlangsung dengan baik selama ini antara TNI AU dan Royal Australian Air Force (RAAF).

"RAAF merupakan mitra strategis TNI AU di kawasan selatan, sehingga berbagai kerja sama bidang latihan bersama dan pendidikan antara TNI AU-RAAF terus dilaksanakan, yang dalam beberapa tahun terakhir makin meningkat," kata Fadjar.

Dubes RI menyatakan pihak KBRI sangat mendukung kerja sama TNI AU-RAAF agar ke depan makin erat.

Siswo juga menyampaikan kondisi Geopolitik di kawasan terkini, khususnya yang ada kaitannya dengan hubungan bilateral Indonesia dan Australia.

(Dok Dispenau)

Dalam dialog yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan akrab itu, KSAU juga menitipkan para Perwira TNI AU yang saat ini sedang melaksanakan penugasan maupun pendidikan di Australia.

Keakraban kedua pejabat makin erat, karena keduanya sama-sama pernah megenyam pendidikan tinggi di Australia. Dubes RI alumnus Monash University dan Australia National University (ANU), sementara KSAU alumni Master Kebijakan Publik, Deakin University Melbourne.

Turut mendampingi KSAU dalam pertemuan ini, Asintel KSAU Marsda TNI I Wayan Sulaba, Aspers KSAU Marsda TNI Eliyanto Susetyo, dan Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah, Sementara Dubes RI didampingi beberapa Staf KBRI, yaitu Deputy Chief of Mission (DCM), Atase Pendidikan (Atdik), Atase Pertahanan (Athan), Atase Darat (Atad), Atase Udara (Atud) dan Asisten Kepolisian.

Pada kesempatan tersebut, KSAU menyerahkan kenang-kenangan berupa buku Indonesian Air Force In Picture dan buku Plan Bobcat, yang atas permintaan Dubes RI, buku ditandatangani langsung oleh KSAU. (gin)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Radar Ground Control Interception

Ini Cara Kerja Radar Pertahanan Tentukan Posisi Sasaran

Sistem radar pertahanan udara mengandalkan tiga parameter utama—jarak (range), arah (azimuth), dan ketinggian (altitude)—untuk mendeteksi serta melacak posisi sasaran secara akurat dalam ruang tiga dimensi.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.