KSAU Pimpin Rotasi Dua Jabatan Strategis di TNI AU

Jakarta,IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memimpin serah terima jabatan (Sertijab) dua jabatan strategis TNI Angkatan Udara (TNI AU) di Auditorium Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (10/8).
Serah terima jabatan dilaksanakan berdasarkan keputusan Panglima TNI Nomor KEP/700/VII/2022 tanggal 29 Juli 2022 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI.

Sertijab berlangsung khidmat, ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan, penyematan tanda jabatan, dan penandatanganan pakta integritas serta berita acara Sertijab.
Mengutip keterangan Dispenau, jabatan yang diserahterimakan adalah Kadisbangopsau dari Marsma TNI I Made Susila A., kepada Kolonel Pnb Heri Sutrisno, S.I.P., M.Si., Kadismatau dari Marsma TNI Julianto Sutrisnawan, kepada Kolonel Kal Ismail Manan, S.E., M.M.,
Selanjutnya Marsma TNI I Made Susila A, S.I.P., S.H., menempati pos baru sebagai Kapok Sahli Koopsudnas dan Marsma TNI Julianto Sutrisnawan sebagai Pa Sahli Tk. II Siber Sahli Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI.
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































