HANKAM

KSAU: Perluas Cakrawala Pentingnya Ruang Angkasa Sebagai Kepentingan Nasional

KSAU: Perluas Cakrawala Pentingnya Ruang Angkasa Sebagai Kepentingan Nasional
(Dok Dispenau)

Jakarta,IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menjadi keynote speaker sekaligus membuka seminar keantariksaan yang bertajuk “Pemanfaatan Ruang Angkasa Dalam Rangka Keamanan Nasional”, bertempat di gedung Ardhyaloka, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (31/8).

“Kebangkitan masa depan keantariksaan nasional dapat diawali dengan munculnya kesadaran nasional akan pentingnya menaruh perhatian terhadap ruang angkasa sebagai bagian kepentingan nasional. Kesadaran tersebut guna menyikapi dan mengantisipasi tantangan tugas masa depan yang berada di domain luar angkasa,” ungkap Fadjar seperti dikutip dari keterangan Dispenau.

Secara nasional, bangsa Indonesia disebut Fadjar telah memiliki kesadaran akan arti penting domain antariksa. Hal tesebut terwujud dari peringatan Hari Keantariksaan Nasional yang diperingati setiap tanggal 6 Agustus melalui Undang-Undang Keantariksaan Indonesia Nomor 21 tahun 2013.

Fadjar menambahkan sesuai amanat Undang-Undang, Indonesia harus mampu mewujudkan tujuan penyelenggaraan keantariksaan yang dapat menjadi komponen pendukung pertahanan dan integritas NKRI.

KSAU kemudian mengimbau para pemangku kepentingan, akademisi, pengamat, pecinta kedirgantaraan dan prajurit TNI AU untuk memperluas cakrawala pandang akan pentingnya domain ruang angkasa. Seminar ini juga diharapkan dapat membuka cakrawala pandang dalam upaya bersama membangun visi pertahanan antariksa nasional.

Seminar yang digelar oleh TNI AU, bersama National Air and Space Power Center of Indonesia (NASPCI) dan PT. Napindo ini dibagi dalam 3 sesi. Sesi pertama tentang “The use of space-an overview", yang membahas bagaimana membangun pemahaman serta wawasan secara global tentang pemanfaatan ruang angkasa untuk keamanan nasional.

Sesi kedua tentang “Threats and opportunities in the use of space," membahas ancaman dan peluang dari ruang angkasa dari berbagai aspek.

Sedangkan sesi ketiga adalah “The implementation of the use of space in Indonesia", membahas implementasi pemanfaatan ruang angkasa yang dapat dilakukan di Indonesia, yang dimulai dari sisi regulasi, gagasan pengembangan serta pemanfaatan teknologi. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Radar Ground Control Interception

Ini Cara Kerja Radar Pertahanan Tentukan Posisi Sasaran

Sistem radar pertahanan udara mengandalkan tiga parameter utama—jarak (range), arah (azimuth), dan ketinggian (altitude)—untuk mendeteksi serta melacak posisi sasaran secara akurat dalam ruang tiga dimensi.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.