KSAU Hadiri Air and Space Power Conference di Australia

Canberra (IDM) - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memimpin delegasi TNI AU menghadiri konferensi internasional Air And Space Power di Canberra, Australia. Konferensi yang mengambil tema Ketahanan Udara dan Inovasi Antariksa ini juga diikuti oleh puluhan pimpinan Angkatan Udara beberapa negara di dunia.
Kedatangan Fadjar langsung disambut Duta Besar RI untuk Australia Siswo Pramono, Athan RI Laksma TNI Anak Agung Bagus Oka Wirayudhatama, Atase Udara RI Kolonel Nav M. Jausan dan pejabat Royal Australian Air Force (RAAF) di Canberra International Airport, Australia, Sabtu siang waktu setempat (19/3).
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengatakan, delegasi TNI AU yang dipimpin KSAU akan melakukan sejumlah agenda kedinasan di Australia. Selain simposium, juga ada sejumlah agenda pertemuan bilateral dengan beberapa pejabat AU negara sahabat.
"Selain mengikuti konferensi internasional, lawatan KSAU beserta sejumlah pejabat utama TNI AU ke Australia, sekaligus sebagai kunjungan balasan Kepala Staf Angkatan Udara Australia, beberapa waktu lalu ke Mabesau," ucap Indan.
Rencananya Fadjar bersama delegasi TNI AU juga akan melakukan pertemuan dengan Dubes RI untuk Australia dan mengunjungi sejumlah lembaga pendidikan RAAF, di antaranya Australian Defence College, Air Academy, serta tatap muka dengan sejumlah perwira TNI yang saat ini mengikuti pendidikan di Australia. (nhn)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































