KSAU dan Sejumlah Menteri Bahas Rencana Relokasi Lanud Soewondo

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengikuti rapat koordinasi (rakor) Rencana Relokasi dan Pemanfaatan Aset Bandara Internasional Polonia Medan (Lanud Soewondo) secara virtual di Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (10/01).
Rakor yang dipimpin Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ini guna membahas perkembangan rencana pemindahan bandara, konsep zonasi bandara, rencana kebutuhan anggaran, serta status aset tanah.
Selain itu, dalam rakor juga membahas aspek keamanan dan keselamatan bandara, pemetaan lokasi dan soil investigation yang dilanjutkan dengan penyusunan perencanaan dasar pemindahan Lanud Soewondo ke kawasan Hamparan Perak, Sumatera Utara.
Fadjar berharap, rencana relokasi dan pemanfaatan aset Bandara Internasional Polonia Medan (Lanud Soewondo) dapat berjalan dengan baik.
Turut mengikuti rakor ini Menteri BUMN, Menteri Perhubungan RI, Menteri Keuangan, dan Wakil Menteri Pertahanan RI serta Danlanud Soewondo. (nhn)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































