HANKAM

KSAU Berikan Apresiasi Kinerja Prajurit dan Resmikan RSAU Lanud Sri

KSAU Berikan Apresiasi Kinerja Prajurit dan Resmikan RSAU Lanud Sri
(Dok Dispenau)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo melakukan kunjungan kerja ke Lanud Sam Ratulangi (Lanud Sri) Manado. Fadjar menyampaikan apresiasi dan kerja keras seluruh personel Lanud Sri dan bersamaan dengan memberikan pengarahan kepada para prajurit dan PNS di Balai Prajurit Lanud Sri, Senin (9/5).

Fadjar mengatakan bahwa setahun diresmikannya menjadi Lanud tipe A, Lanud Sri sukses mencapai zero accident dan tidak ada kecelakaan lalu lintas. Hal tersebut merupakan salah satu prestasi yang kurang mendapat perhatian dan sulit untuk dicapai. Fadjar menilai bahwa setiap personel memahami tugas dan melaksanakan dengan penuh tanggung jawab, sehingga tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar.

"Atas nama pimpinan Angkatan Udara, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi, atas capaian kinerja Lanud Sam Ratulangi selama ini," ujar Fadjar dikutip dari keterangan resmi, Selasa (10/5).

Selain itu, Fadjar menyampaikan komitmen untuk memberikan kesempatan bagi seluruh personel dalam mengembangkan diri, termasuk kesempatan untuk mengikuti pendidikan.

"Pimpinan memberikan kesempatan yang sama kepada semua anggota dalam hal pendidikan. Memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kemampuan diri," ucap Fadjar.

Pada kesempatan yang sama, Fadjar meresmikan Rumah Sakit (Rumkit) Lanud Sri menjadi Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Charles P.J. Suoth. Peresmian ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Fadjar, serta pelaksanaan Groundbreaking pengembangan rumah sakit tersebut.

(Dok Dispenau)

Fadjar mengatakan bahwa pengembangan RSAU dr. Charles P.J. Suoth Lanud Sam Ratulangi, merupakan kerja sama TNI AU dengan BNI 46, yakni pembangunan gedung poliklinik untuk tahap awal dari pengembangan menjadi Rumah Sakit Tingkat IV. CSR diserahkan oleh Direktur Bisnis UMKM BNI 46 Bapak Muhammad Iqbal mewakili Dirut BNI 46 kepada Pangkoopsud II Marsda TNI Minggit Tribowo dan disaksikan oleh Fadjar.

"Setelah pengembangan ini, nantinya RSAU dr. Charles P.J. Suoth, mampu melayani dengan lebih optimal kebutuhan kesehatan prajurit Lanud Sri dan keluarganya, serta masyarakat umum," ujar Fadjar.

Pada kunjungan tersebut, Fadjar disambut dengan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven Octavianus Estefanus Kandouw dan beberapa pejabat Forkopimda provinsi, Kota Manado dan kabupaten Minahasa Utara. Sementara itu, Fadjar juga menghimbau para prajurit dan PNS memiliki kebanggan dan menjaga kehormatan, serta membina keluarga dan bijak dalam menggunakan media sosial.

"Cerdaslah dalam memanfaatkan teknologi dengan bijak dalam menggunakan media sosial. Ingat jati diri kita sebagai prajurit dan PNS TNI AU yang terikat dengan aturan dan norma-norma, hal ini harus dijaga," tutup Fadjar.

Diakhir arahannya, Fadjar mengingatkan lagi prioritas keselamatan terbang dan kerja dalam pelaksanaan tugas serta, menjaga kekompakan dan kebersamaan saat dinas. Terakhir, menjaga keharmonisan dan keakraban sebagai satu keluarga besar TNI AU. (BFM)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.