KSAU Beberkan Keunggulan Pesawat Tempur F-16 Hasil Program e-MLU kepada Presiden Jokowi

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengungkap sejumlah keunggulan pesawat tempur F-16 yang telah dimodernisasi melalui program Falcon Star e-MLU kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela-sela kunjungan kerjanya ke Lanud Iswahjudi, Magetan, Jumat (8/3).
Kunjungan kerja Presiden dilakukan dalam rangka meninjau langsung kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. Untuk itu, tiga unit pesawat tempur TNI AU disiapkan pada kesempatan tersebut, di antaranya satu pesawat tempur F-16 C/D; satu pesawat F-16 AM/BM; serta satu pesawat T-50.
Meski terdapat dua pesawat dengan jenis yang sama, namun KSAU menjelaskan bahwa salah satunya merupakan hasil modernisasi program e-MLU.
Baca Juga: TNI AU-RSAF Gelar Pertemuan Jelang Bilateral Fighter Interaction, Ini yang Dibahas
“Sama-sama F-16, tapi keduanya berbeda kemampuan, karena F-16 AM/BM yang di tengah itu sudah mengalami peningkatan kemampuan avionik dan struktur. Kami menamakan dengan F-16 e-MLU. Rencana akan ada 10 pesawat (hasil e-MLU), sekarang 7 pesawat,” ujar KSAU dikutip dari keterangan Biro Pers, Media & Informasi Setpres, Sabtu (9/3).
Fadjar menambahkan, dengan peningkatan kemampuan itu, pesawat F-16 AM/BM mampu melaksanakan pertempuran dengan amunisi cerdas atau smart munition; berpandu; dan bisa melaksanakan beyond visual range.
“Pesawat F-16 C/D lebih konvensional dan rencananya akan ditingkatkan juga kemampuannya. Ini kami sangat harapkan, karena sambil mengisi kedatangan pesawat Rafale yang akan tiba di tahun 2026,” sambungnya.
Baca Juga: Tingkatkan Kedisiplinan Prajurit, Polisi Militer TNI Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi 2024
Sementara itu, pesawat T-50 yang merupakan pesawat buatan Korea Selatan digunakan oleh TNI AU untuk melatih penerbang-penerbang tempur dan telah memiliki persenjataan yang cukup mumpuni. Pasalnya, pesawat jenis ini telah dilengkapi dengan radar dan gun yang sebelumnya tidak ada.
“Dengan pertimbangan apabila dibutuhkan memerlukan radar akhirnya kami lengkapi dengan radar. Dan radar di T-50 ini karena terakhir pemasangan lebih canggih dibanding F-16 tapi setelah peningkatan akan lebih baik lagi,” jelasnya. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































