KSAU Apresiasi Penampilan Tim Demo Udara Peringatan HUT ke-77 TNI

Jakarta,IDM - Seluruh unsur demo udara TNI telah melaksanakan tugas dengan sangat baik pada upacara peringatan HUT ke-77 TNI. Ketiga flight demo udara yang terdiri dari Rydder Flight, Jupiter Aerobatic Team dan Tri Matra Flight berhasil memberikan penampilan yang memukau saat melakukan manuver udara di atas Istana Merdeka, Rabu (5/10).
Oleh karena itu, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh tim demo udara dan berharap agar kerja sama serta keberhasilan ini dapat terus ditingkatkan.
"Terima kasih dan rasa bangga saya kepada tim demo udara yang telah melaksanakan tugas dengan sangat baik," tambah Fadjar.
Pada kesempatan yang sama, KSAU mengungkapkan bahwa penampilan tim demo udara juga mendapat apresiasi dari Presiden RI Joko Widodo. Presiden beserta para tamu undangan tampak kagum melihat penampilan manuver udara yang dipertunjukkan. Mereka juga kagum dengan profesionalisme para penerbang TNI.
"Presiden RI Joko Widodo dan para tamu undangan di tribun utama merasa kagum dan bangga atas kemampuan penerbang penjaga kedaulatan negara, dalam melaksanakan manuver udara," jelas KSAU. (yas)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































