KSAL Terima Bintang Kehormatan "Member in the Military Division of the Order of Australia"

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menerima penganugerahan bintang kehormatan "Member in the Military Division of the Order of Australia" dari pemerintah Australia atas kontribusi dan dedikasinya dalam meningkatkan kerjasama militer khususnya Angkatan Laut kedua negara dalam menjaga stabilitas perdamaian dan keamanan di kawasan.
Upacara penganugerahan bintang kehormatan ini disampaikan Gubernur Jenderal David Hurley dihari pertama Kunjungan Kerja KSAL di Australia, Kamis (5/5) bertempat di Government House, Canberra.
Sementara itu, di hari yang sama, KSAL juga berkesempatan melaksanakan kunjungan balasan kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Australia yang diterima langsung Chief of Navy (RAN) VADM Michael J Noonan, di RUSSEL OFFICE, Canberra.
Dalam kunjungan tersebut, Yudo menyampaikan visi dan komitmennya dalam menjaga serta akan terus meningkatkan hubungan kerjasama antara kedua Angkatan Laut, dalam bidang Operasi, Latihan dan pendidikan
Sejumlah agenda kegiatan akan dilaksanakan Yudo dalam kunjungan kerjanya di Australia yang akan berlangsung selama 1 minggu ke depan.
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































