KSAL Tegaskan Prajurit Jalasena Jaga Loyalitas Tegak Lurus Sesuai Komando

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, menegaskan prajurit TNI AL harus menegakkan loyalitas sebagai tonggak keadilan negara serta hukum di laut yang menjaga stabilitas keamanan.
"Seluruh prajurit Jalasena di manapun berada masih solid, tidak ada hal-hal menonjol dan seluruh jajaran tetap jaga soliditas, kompak, loyal dan lurus ke atas," kata Yudo, dikutip dari keterangan Dispenal, Jakarta, Jumat (30/9).
Yudo menuturkan, loyalitas adalah napas prajurit TNI AL sehingga dapat ditunjukkan dengan bersikap tegak lurus ke atas, tunduk kepada aturan maupun pimpinan. Hal ini menjadi dasar dalam bertugas sehari-hari sebagai garda terdepan dalam penegakan kedaulatan, hukum, dan penjaga keamanan seluruh wilayah nusantara.
Yudo berharap, ke depannya para prajurit TNI AL tetap kompak dan solid dengan berbagai kegiatan yang ada. Dia menilai, kebersaan ialah modal dasar untuk dapat melaksanakan kegiatan yang lebih sukses dan baik.
"TNI AL kedepan harus lebih besar dan solid sehingga dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan baik sesuai yang digariskan Undang-Undang," pungkas Yudo. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































