HANKAM

KSAL Tegaskan Prajurit Bagi Waktu antara Pekerjaan dan Keluarga

KSAL Tegaskan Prajurit Bagi Waktu antara Pekerjaan dan Keluarga
(Dok Dispenal)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono melaksanakan olahraga bersama di Lapangan Trisila, Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (17/5). Ia menegaskan agar seluruh prajurit dan PNS memperhatikan keluarga dan dapat membagi waktunya.

“Saya ingin setiap prajurit menerapkan perbedaan antara pekerjaan dengan keluarga. Jadi tidak ada, tidak pulang dikarenakan alasannya lembur pekerjaan. Jadi jangan sampai keluarga kurang perhatian dari kita, hanya karena alasan pekerjaan yang kita kerjakan sehari-hari. Satker Mabesal harus menjadi contoh bagi satuan Angkatan Laut lainnya,” ucap Mantan Pangkogabwilhan I dikutip dari Dispenal, Kamis (19/5).

Mantan Pangkogabwilhan I ini membuat peraturan terbaru, yakni setiap personel Mabesal akan berada di kantor hingga pukul 17.00 WIB. Nantinya, pintu gerbang akan ditutup dan setiap personel yang keluar dan masuk melewati batas waktu harus melapor.

Kemudian, Olahraga bersama akan rutin dilaksanakan kembali pada hari Selasa dan Jumat di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) setelah pelonggaran protokol Covid-19. (BFM)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.