KSAL Sebut Kedatangan Armada Rusia ke Jakarta untuk Latihan Bersama

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, kedatangan armada Rusia ke Indonesia merupakan kunjungan persahabatan yang rutin dilaksanakan.
Hal tersebut disampaikan Ali usai acara pelepasan KRI Bima Sakti yang akan melakukan misi diplomasi pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, Selasa (31/3).
Ia menjelaskan Indonesia dan Rusia akan mengadakan latihan militer bersama dengan nama Orruda.
“Latihan ini dilakukan tiap tahun bergantian. Setahun di Indonesia, setahun lagi di Rusia, begitu seterusnya. Dan kita berlatih dengan semua negara,” kata Ali.
Baca Juga: TNI Gelar Pendidikan Infanteri untuk 1.584 Prajurit Siswa Tamtama
Indonesia, kata Ali, sesuai dengan apa yang disampaikan Presiden Prabowo bersahabat dengan semua negara.
“Kita latihan dengan Amerika, dengan Rusia, dengan Cina, dan dengan negara-negara lain. Jadi sesuai dengan apa yang disampaikan Bapak Presiden bahwa kita ini mencari teman yang banyak,” ujar Ali.
Seperti diketahui, sejak Minggu (29/3), Gugus tugas Angkatan Laut Federasi Rusia (Russian Federation Navy/RFN) resmi bersandar di Jakarta.
Baca Juga: Fungsi TNI Gelar Patroli Rutin di Pedalaman Papua
Sebanyak tiga kapal perang yang bersandar di dermaga IKT ex-Presiden, Tanjung Priok ini terdiri dari korvet RFS Gromky, kapal tunda Andrey Stefanov, dan kapal selam diesel-elektrik RFS Petropavlovsk-Kamchatsky.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul menegaskan, kehadiran kapal selam terbaru dari jajaran armada Rusia ini memiliki agenda khusus di luar urusan logistik.
“Kehadiran kapal selam terbaru Rusia di Jakarta merupakan bagian dari agenda pengenalan kapabilitas teknologi sebagai momentum promosi, sekaligus memperkuat hubungan profesional antararmada kapal selam kedua negara,” ujar Tunggul kepada Indonesia Defense Magazine, Senin (30/3).
Baca Juga: KRI Bima Suci Berlayar ke Delapan Negara di Tengah Situasi Global Memanas
Selama berada di Jakarta hingga 2 April mendatang, TNI AL dan pihak Rusia dijadwalkan menggelar sesi Subject Matter Expert Exchange (SMEE) yang merupakan ajang pertukaran teknis antarahli (Technical Exchange) untuk mendalami spesifikasi dan keunggulan alutsista bawah air tersebut.
Agenda ini merupakan tindak lanjut konkret dari kesepakatan dalam pertemuan bilateral Navy to Navy Talks (NTNT) yang bertujuan membangun kepercayaan (building trust) serta memperkuat kerja sama operasional antarkedua angkatan laut.
“Misi utama kunjungan ini adalah memperkuat kerja sama operasional dan membangun kepercayaan antar kedua angkatan laut,” pungkas Tunggul. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































