KSAL Resmikan Markas Komando Kapal Selam di Surabaya

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, meresmikan Mako Komando Operasi Kapal Selam (Koopskasel) di Surabaya, Kamis (19/1).
Tak hanya itu, Ali juga meresmikan gedung Submarine Fire Damage Control Trainer (SFDCT) Koarmada RI yang berlokasi di Kesatrian Koopskasel, Surabaya.
Menurut Ali, Mako Koopskasel diperlukan sebagai sarana pelaksanaan Kodal maupun fungsi organisasi, dalam rangka optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi Koopskasel secara berkesinambungan.

Sedangkan fasilitas SFDCT yang merupakan bagian dari fasilitas Puslatkasel, sebagai tempat penyelenggaraan latihan dan kursus penyelamatan kapal, baik personel maupun material dari bahaya kebakaran dan kebocoran kapal selam.
"Maka prajurit kapal selam senantiasa terasah kemampuannya, khususnya dalam menanggulangi kedaruratan di kapal selam," jelas Ali dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (20/1).
Baca: Air Staff Talks, Komitmen TNI AU dan IAF Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan
Ali mengatakan, sesuai komitmen dan kebijakan pimpinan TNI AL, dirinya bakal terus melanjutkan upaya pemenuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh prajurit dan operasional organisasi di seluruh jajaran.
"Pesan saya kepada seluruh prajurit hiu kencana, agar fasilitas yang sudah tersedia ini senantiasa dijaga dan dirawat dengan baik," pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































