HANKAM

KSAL Resmikan Kapal Bantu Rumah Sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat

KSAL Resmikan Kapal Bantu Rumah Sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat
Peluncuran dan ship naming kapal bantu rumah sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat. (Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, meresmikan dan melakukan ship naming KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat, Semarang, Senin (15/8). KRI itu adalah kapal bantu rumah sakit ketiga di TNI AL, setelah KRI dr. Soeharso dan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo.

Dalam sambutannya, Yudo mengungkapkan keberadaan kapal rumah sakit, khususnya KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat sangat penting. Selain mendukung operasi laut, juga untuk pelayanan kesehatan mobile yang dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia berbentuk kepulauan, terlebih pada saat terjadi bencana alam.

Yudo melanjutian, pengadaan kapal perang adalah salah satu wujud kesungguhan pemimpin TNI AL dalam program modernisasi alutsista. Pembangunan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat, keseluruhannya memanfaatkan industri dalam negeri.

"Komitmen TNI AL dalam menjalankan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri dan kemandirian industri pertahanan," ujar Yudo, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II.

Penggunaan nama dalam kapal rumah sakit ketiga ini didasarkan pada pertimbangan, dr. Radjiman adalah seorang dokter yang mendapat gelar Pahlawan Nasional dan salah satu tokoh pendiri Republik Indonesia.

Launching KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat, dilakukan PT PAL Indonesia (Persero) kepada TNI AL. Kapal tersebut diklasifikasikan sebagai kapal LPD (Landing Platform Dock) dan kapal BSR (Bantu Rumah Sakit). Kapal erbobot 11.394 ton kosong dan 16.000 ton berisi penuh, panjang 122 meter, lebar 22 meter, dan draft 6,7 meter, mempunyai geladak yang panjang dan luas sehingga mampu mengoperasikan dua buah helikopter sekelas Super Puma. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.