KSAL: Kopaska Harus Mampu Menjadi Pengganda Kekuatan Tempur

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menekankan prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) harus mampu menghadapi ancaman peperangan yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan Ali saat menghadiri sarasehan Kopaska TNI AL bertajuk "Kopaska Sebagai Prajurit Peperangan Laut Khusus Siap Mendukung Tugas TNI AL Menuju Indonesia Maju" di Jakarta, Senin (1/4).
"Kopaska harus mampu bertransformasi menjadi pengganda kekuatan (force multiplier) yang mampu menjawab berbagai bentuk ancaman peperangan masa depan yang semakin kompleks," jelasnya dikutip dari keterangan Dispenal, Selasa (2/4).
Baca Juga: Tiga Komandan Brigif di Yonif 754/ENK Naik Pangkat Jadi Kolonel, Ini Nama-namanya
Ali mengatakan, Kopaska juga harus mampu menjabarkan serta mengimplementasikan visi TNI AL dalam pembangunan postur kekuatan yang modern, berdaya gentar kawasan, dan berproyeksi global.
"Secara responsif Kopaska harus mampu menjabarkan serta mengimplementasikan visi TNI AL ke dalam rencana pembangunan postur Kopaska yang terukur dan terarah sesuai lingkup tugas," kata Ali.
Pada sarasehan tersebut juga terdapat presentasi terkait "Potensi Indonesia sebagai negara maritim dan konsep penyusunan postur TNI AL 2025-2044 sebagai kekuatan pertahanan laut yang kuat dalam menghadapi ancaman keamanan regional dan global di masa mendatang" yang disampaikan oleh Asrena KSAL Laksamana Muda Achmad Wibisono.
Baca Juga: Denpal Divif 1 Kostrad Ciptakan Inovasi Pompa Pengisian BBM Double Filter System
Selanjutnya paparan tentang "Perkembangan lingkungan strategis yang berkaitan dengan Pasukan Khusus dan potensi pelibatan Kopaska dalam tugas operasi TNI dan TNI AL" yang disampaikan oleh Asops KSAL Laksamana Muda Yayan Sofiyan.
Serta materi terakhir yang disampaikan oleh Wadan Puskopaska Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko tentang "Prioritas, strategi dan konsep pembangunan postur Kopaska meliputi kekuatan, kemampuan, operasional dan organisasi Komando Pasukan Katak 2025-2044". (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































