HANKAM

KSAL Kembali Undang Angkatan Laut Belanda Ikuti Latihan MNEK 2025

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali melaksanakan courtesy call dengan KSAL Belanda Laksamana Madya Rene Tas di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Rabu (15/5). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengundang Angkatan Laut Kerajaan Belanda (Royal Netherlands Navy) untuk kembali ikut serta dalam latihan bersama Multilateral Naval Exercise (MNEK) 2025.

Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten Intelijen (Asintel) KSAL Laksamana Muda Akmal saat menanggapi kunjungan kehormatan (courtesy call) KSAL Belanda Laksamana Madya Rene Tas kepada Ali di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta, Rabu (15/5) kemarin.

Baca Juga: Tradisi Unik Prajurit Yonif 515 Kostrad, Mau Nikah Harus Gowes Becak Dulu

"Pada pertemuan tersebut, KSAL hanya baru membahas ajakan kepada Angkatan Laut Kerajaan Belanda untuk kembali mengikuti MNEK 2025 yang rencananya digelar Februari," ungkap Akmal di sela-sela konferensi pers penangkapan benih lobster, Jakarta, Kamis (16/5).

Sebelumnya, pada keterangan Dispen Kormar disebutkan Ali dan Tas dalam courtesy call tersebut membahas renca kerja sama antara TNI AL dan Angkatan Laut Kerajaan Belanda serta peningkatan kesiapan tantangan yang akan dihadapi kedua negara.

"Semoga kunjungan ini dapat menjalin komunikasi dan menjalin kerja sama yang berkaitan dengan tugas yang dilaksanakan angkatan laut ke depannya," tutur Ali dalam keterangan tersebut.

Baca Juga: Danlanal Palembang: Mata Rantai Terputus Jadi Metode Penyelundupan Benih Lobster

Sementara Tas pada rangkaian kunjungan kapal perang His Netherlands Majesty's Ship (HNLMS) Tromp F-803 yang sandar di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (15/5) kemarin, mengaku dirinya telah membahas hal-hal strategis terkait keamanan maritim bersama Ali.

"Ia mengunjungi saya di Belanda dan saya mengunjunginya di sini. Kami berbicara tentang segala macam masalah maritim yang menjadi perhatian kami berdua, tentang keamanan, keselamatan, pembajakan, dan sebagainya. Indonesia sangat penting bagi Belanda," ujar Tas. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.