KSAL : Hasil Ketahanan Pangan Brigif 4 Mar/BS Untuk Kesejahteraan Masyarakat Sekitar

IDM, Lampung - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono didampingi Ketua Umum Jalasenastri Ny. Vero Yudo Margono, Irjenal, Asrena Kasal, Aslog Kasal, Pangkoarmada I, Pangkolinlamil, Dankormar, Keinkopal, Kadisfaslanal, Danlantamal III Jakarta, dan para Pengurus Pusat Jalasenastri melakukan kunjungan ke Markas Komando (Mako) Brigade Infanteri (Brigif) 4 Mar/BS dalam rangkaian kunjungan kerja di Lampung, Provinsi Lampung, Sumatera, Selasa (08/03).
Dalam kunjungan tersebut, KSAL menyampaikan bahwa hasil dari ketahanan pangan oleh Brigif 4 Mar/BS, nantinya akan digunakan untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.
Kunjungan ke Mako Brigif 4 Mar/BS ini dilaksanakan setelah kegiatan peresmian Gedung Mako Lanal Lampung. Kunjungan diawali Laporan Komando oleh Dan Brigif 4 Mar/BS Kolonel Marinir Harry Indarto kepada KSAL beserta rombongan di Mako Brigif 4 Mar/BS.
Kegiatan dilanjutkan kunjungan ke stand UMKM dari Jalasenastri Cabang 7 PG Kormar yang menjual berbagai makanan ringan maupun berat. Kegiatan UMKM dari Jalasenastri Cabang 7 PG Kormar ini berada dibawah binaan Ny. Neneng Harry Indarto. KSAL beserta rombongan selanjutnya melihat stand dari para prajurit Yonif 7 Mar, seperti stand kerajinan tangan dari kayu jati Kopda Mar Beny Herman dan stand budidaya bonsai Serda Mar Sakiman. Kedua stand ini mendapat apresiasi Kasal karena kedua prajurit tersebut sangat kreatif dan dapat menghasilkan suatu karya seni yang cukup tinggi.
Rombongan kemudian meninjau perumahan prajurit Brigif 4 Mar/BS yang begitu rapi dan bersih. Kasal berpesan agar para penghuni perumahan yang berjumlah 67 KK ini dapat merawat rumah dinas yang telah disediakan oleh negara dengan baik. Kebersihan dan kerapian tiap rumah agar dapat terus terpelihara.
Pada kunjungan selanjutnya, KSAL meninjau lahan ketahanan pangan milik Yonif 9 Mar yang merupakan salah satu jajaran dari Brigif 4 Mar/BS. Yonif 9 Mar memiliki 3 usaha ketahanan pangan yaitu 3 perak kolam ikan seluas 1 hektar, lahan Black Bear Garden (BBG) seluas 3 hektar dan lahan ketahanan pangan Padi seluas 22 hektar.
Pada lahan ketahanan kolam ikan, KSAL didampingi Ny. Vero Yudo Margono beserta para pejabat lainnya melepas sekitar 60.000 benih ikan Mas. Setelah pelepasan benih ikan, KSAL kemudian melaksanakan penanaman benih padi varietas Situ Bagendit dilahan ketahanan pangan padi. Varietas ini yang memiliki keunggulan tahan terhadap penyakit dan menghasilkan tekstur nasi yang pulen. Ada kejadian yang membuat semua orang terpana pada saat penanaman benih Padi, dimana KSAL tidak segan melepas sepatu dan turun langsung menanam benih padi tersebut bersama-sama prajurit Yonif 9 Mar. KSAL juga memberi contoh cara menanam benih padi yang benar kepada para prajurit. KSAL memang sudah terbiasa menanam benih padi sejak masih kecil.
Berbagai macam kegiatan ketahanan pangan yang dilakukan oleh Brigif 4 Mar/BS ini membuat KSAL berkeinginan untuk mengembangkan budidaya udang Vaname dengan Program INAP di lahan Brigif 4 Mar/BS. Namun perlu penelitian mengenai kualitas air laut "kualitas air di daerah Piabung ini perlu di uji apakah cocok untuk digunakan pada budidaya udang Vaname dengan program INAP" ujar KSAL. (rgp)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































