HANKAM

KSAL Bocorkan Rencana Pengakuisisian Alutsista Coastal Defence, Ini Katanya

KSAL Laksamana Muhammad Ali.
KSAL Laksamana Muhammad Ali. (IDM/Aini Tartinia)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, mengaku memasukkan coastal defence atau pertahanan pantai sebagai daftar belanja prioritas alutsista dalam rencana strategis (Renstra) 2024-2029.

"Untuk coastal defence itu masuk dalam Pinjaman Luar Negeri (PLN). Sebenarnya kita masukan ke renstra (2020-2024) lalu, tapi (jadinya) kita ajukan untuk di renstra berikutnya," kata Ali kepada awak media di Pondok Dayung, Jakarta, Selasa (5/12).

Nantinya, coastal defence yang bakal diakuisisi oleh TNI AL adalah yang mampu menghalau kekuatan laut lawan, seperti pada operasi amfibi. Jadi, manuver musuh akan tertahan langsung di laut, tanpa harus terlebih dahulu masuk ke daratan.

Baca Juga: KSAL Berharap TNI AL Bisa Miliki OPV ITS Morosini

"Jadi seperti operasi anti amfibi, apabila unsur-unsur asing yang ingin menyerang ke wilayah kita, bisa dihadang di perairan, tidak sampai masuk ke darat," jelas Ali.

Ia mengaku, rencana penguatan pertahanan pantai tersebut sudah disiapkan dan terdapat petunjuk operasi gabungan yang telah disusun di Mabes TNI. Coastal defence itu bakal disiapkan di pangkalan-pangkalan TNI AL yang mampu menahan serangan amfibi lawan.

"(Jenis yang akan diakuisisi) coastal defence-nya tentu saja utamanya rudal-rudal antikapal, termasuk juga nanti drone antikapal," ujar Ali.

Baca Juga: Sosok Mayjen TNI Rafael Granada Baay Danpaspampres yang Kini Jabat Pangdam V/Brawijaya

Sebelumnya, pada Februari 2023 Ali mengungkapkan TNI AL sudah memulai realisasi perubahan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) menjadi Komando Daerah Maritim (Kodamar).

Salah satu syaratnya adalah memenuhi kemampuan rebase, replenishment, repair, rest, dan recreation atau biasa disebut 5R. "Jadi, dia mampu mendukung alutsista-alutsista yang beroperasi di wilayahnya," kata Ali saat itu.

Karena berada di kemaritiman, Kodamar nantinya harus memiliki kemampuan dalam mempertahankan pangkalan atau pertahanan pantai apabila ada ancaman yang berusaha untuk menguasai pantai.

Baca Juga: Torehan Prestasi, Personel Lanud Ats Raih Gelar Juara di Gateball India Open Tournament 2023

Karena itu, kodamar juga harus sudah memiliki Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan). "Nanti Yonmarhanlan juga kami kembangkan jadi satuan pengamanan pangkalan," bebernya.

Untuk memperkuat pertahanan pantai di Kodamar, lanjut Ali, TNI AL akan menyiapkan coastal defence sebagai fungsi Kodamar. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.