KSAD: TNI AD akan Buat Telepon Pengaduan untuk Seleksi Penerimaan Prajurit

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan pihaknya akan membuat telepon pengaduan untuk permasalahan seleksi penerimaan prajurit termasuk pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab.
Ia menyadari hal ini untuk menjembatani masyarakat yang belum tahu akses untuk berkomunikasi atau melaporkan.
Baca Juga: Rudal KHAN, Alustista Terbaru TNI AD Sudah Berada di Batalyon Armed 18 Kalimantan Timur
"Jadi mudah-mudahan dengan ini, akan ada telepon pengaduan. Mudah-mudahan bisa membuat seleksi kita lebih baik," kata Maruli saat menyaksikan pameran alustista dan stand "TNI AD Fair" di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (20/9).
Lebih lanjut Maruli memastikan saat ini TNI AD atau institusi manapun sudah berbenah dan siapa pun bisa daftar tanpa harus keluar biaya.
Baca Juga: Indonesia Kaji Pembelian Jet Tempur J-10 dari Cina, Ini Spesifikasinya
"Nah ini yang penting, kadang-kadang orang berpikir, harus ada yang dikenal. Padahal sekarang sudah banyak institusi yang telah mengalami perubahan. Itu juga bisa meyakinkan mereka bahwa siapa pun bisa daftar tanpa harus keluar biaya," kata Maruli.
Untuk diketahui dalam pameran "TNI AD Fair" salah satu stand yang memberikan informasi terkait penerimaan prajurit adalah Direktorat Ajudan Jenderal Angkatan Darat (Ditajenad). Di stand tersebut masyarakat diberikan informasi detail, terkait cara pendaftaran, syarat hingga tahap seleksi. (rr)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































