HANKAM

KSAD Tinjau Perkembangan Bangunan Masjid Syarif Abdurahman Cirebon

KSAD Tinjau Perkembangan Bangunan Masjid Syarif Abdurahman Cirebon
(Dok Dispenad)

Cirebon,IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman meninjau perkembangan pembangunan Masjid Syarif Abdurahman di Komplek Pemakaman Sunan Gunung Jati di Desa Astana Kecamatan Gunungjati, Cirebon, Jawa Barat, Kamis, (28/7).

Masjid dengan luas bangunan panjang 41 meter dan lebar 41 meter dan tanah seluas 1.681 meter persegi ini mulai dibangun sejak peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Dudung pada tanggal 24 Mei 2022.

(Dok Dispenad)

KSAD yang didampingi oleh pimpinan pembangunan masjid Brigjen I Nengah Wiraatmaja yang beragama Hindu. Hal ini menurut Dudung menunjukkan nuansa kebinekaan.

“Kita ambil ilmunya, karena beliau pernah membangun masjid Pak Moeldoko. Dan saya meyakini di Cirebon ini toleransi antar beragamanya sangat baik,” jelas Dudung.

Adapun perkembangan pekerjaan bangunan Masjid Syarif Abdurahman saat ini mencapai 47%. Dengan target durasi pekerjaan selama 10 Bulan, diharapkan pada awal tahun 2023 Masjid Syarif Abdurahman sudah dapat beroperasi. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.