HANKAM

KSAD Tekankan Untuk Tingkatkan Kemampuan Prajurit TNI AD

KSAD Tekankan Untuk Tingkatkan Kemampuan Prajurit TNI AD
(Dok Dispenad)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman hadir dan mencoba Multiple Launcher Rocket System (MLRS) Astros II MK 6 pada latihan penembakan secara terpadu satuan Artileri Medan (Armed) di Cibenda, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (13/5).

Dudung menekankan kepada seluruh prajurit TNI AD untuk menjaga kepercayaan negara dengan senantiasa meningkatkan kemampuan, kesiapsiagaan, dan profesionalisme prajurit melalui latihan secara terprogram.

(Dok Dispenad)

“Kesiapsiagaan TNI AD akan memberikan keyakinan kepada bangsa dan negara bahwa TNI AD siap menghadapi segala ancaman dan TNI AD siap menjaga kedaulatan Negara Indonesia," tegasnya.

Usai meninjau latihan, Dudung memberikan bantuan sembako sebanyak 750 paket yang diserahkan kepada 56 orang perwakilan masyarakat Warga Desa Ujung Genteng, Cibenda dan Mareleng.

"Semoga bantuan ini dapat membantu kebutuhan masyarakat dan TNI AD sebagai bagian dari masyarakat harus hadir di tengah kesulitan masyarakat," ungkapnya. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.