KSAD: Poltekad Akan Punya Program Studi Rekayasa Keamanan Siber dan Persenjataan Militer

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memastikan ke depan Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) akan memiliki dua program studi (Prodi) baru yaitu Rekayasa Keamanan Siber dan Teknologi Rekayasa Persenjataan Militer.
Hal ini dikatakan KSAD saat memimpin wisuda 59 mahasiswa Poltekad dari berbagai Prodi Teknik Terapan, bertempat di Lapangan Upacara Poltekad Kodiklatad, Malang, Jawa Timur, Rabu (3/5).
Baca Juga: Menhan Prabowo Beri Motor untuk Babinsa di Yogyakarta, Tegaskan Kekompakan TNI Polri
"Ke depan, Poltekad Kodiklatad akan terus dikembangkan, dan tahun ini akan berdiri Prodi Rekayasa Keamanan Siber dan Teknologi Rekayasa Persenjataan Militer," kata KSAD.

Ia menjelaskan kehadiran prodi ini dimaksudkan guna mengantisipasi perang siber, serta memperoleh prajurit TNI AD yang lebih andal dan profesional.
Baca Juga: Jaga Tradisi di TNI, Menhan Prabowo Kunjungi Seniornya Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo
"Pengembangan SDM merupakan sebuah investasi yang hasilnya dapat dirasakan di masa yang akan datang," katanya.
Ia pun memastikan Poltekad juga akan menjalin kerja dengan Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) untuk memfasilitasi lulusannya yang akan melanjutkan pendidikan Sarjana. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































